Minggu, 03 Mei 2015

SINAR-X

Sinar-X ditemukan pada tahun 1895 oleh Wilhelm K Rontgen, disebut juga sinar rontgen. Sinar-X mempunyai frekuensi antara 1016 Hz sampai 1020 Hz. Panjang gelombangnya sangat pendek yaitu 10-9 cm - 10-6 cm.  Karena panjang gelombangnya sangat pendek sinar-X mempunyai daya tembus yang kuat. Sinar-X dapat menembus benda-benda lunak seperti daging dan kulit, tetapi tidak dapat menembus benda-benda keras seperti hidung, gigi, dan logam. Karena itu sinar ini sering dimanfaatkan di dalam bidang kedokteran, terutama untuk melihat kondisi dalam tubuh tanpa melakukan pembedahan.
radiografi
Gambar 3. Aplikasi sinar-x untuk radiografi. [2]
Foto sinar-X diambil menggunakan kamera sinar-X. Bagian-bagian tubuh yang keras akan menahan sinar-X sehingga bagian ini memancarkan sinar fluoresens pada film.

Selain di bidang kedokteran, sinar-X juga digunakan untuk mendeteksi suatu benda. Di bandara, hotel, dan pusat perbelanjaan untuk memeriksa barang-barang yang dibawa oleh pengujung atau penumpang. Sinar-X juga digunakan dalam teknik radiografi untuk menguji sebuah benda dan memeriksa kerusakan atau cacat pada mesin. Sinar-X juga sering dimanfaatkan untuk memeriksa struktur kristal.

Materi Fisika :

Pengertian dan Fungsi Serat Optik
Serat optik

Serat optik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan benang kaca, yang disebut serat optik, untuk menerukan sinar. Pemantulan internal total menahan pantulan sinar di dalam serat optik sehingga bagaimanapun serat ditekuk dan diliuk, pulsa sinar di dalam kabel serat optik dapat menghantar sinyal data dan telepon untuk menempuh jarak yang sangat jauh. Para ahli bedah menggunakan serat optik untuk melihat paru-paru dan organ lain di dalam tubuh. Peralatan yang disebut endoskop memiliki sebundel serat optik yang dapat meneruskan cahaya ke ujung endoskop, bundel kedua menghantar balik sinyal berupa gambar. 

Lalu pada gambar yang memanfaatkan serat optik untuk menciptakan efek dekoratif, utas-utas serat optik diikat mejadi satu, sedangkan ujung-ujung yang lain diburai. Cahaya di tapis dengan filter berwarna sebelum dilewatkan melalui ikatan, sehingga cahaya dapat keluar sebagai pancaran titik-titik terang pada ujung-ujung serat yang terburai dan terbuka.

Anda sekarang sudah mengetahui Penerapan Gelombang Cahaya. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

BASMI JERAWAT DENGAN LASER...

Analisadaily - Jerawat menjadi penyakit kulit yang paling umum dan menjengkelkan karena membuat penampilan seseorang tidak maksimal. Banyak orang yang tidak percaya diri saat jerawat tumbuh di wajahnya. Berbagai obat dan cara telah dilakukan untuk menghilangkan jerawat serta bekasnya.
Dari banyak obat yang telah ada, menurut penelitian terbaru, laser yang digunakan untuk menghilangkan tato ternyata dapat mengurangi jerawat. Menurut US National Institutes of Health, laser juga dapat mengurangi luka bekas jerawat.
Perawatan menggunakan laser dapat mengurangi perkembangan jerawat hingga 50 persen dari 20 orang pasien yang telah melakukannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa jerawat memiliki efek positif dari laser yang menggunakan dosis energi rendah dan digunakan dengan lensa khusus.
Bekas luka dari jerawat dapat merusak tekstur kulit dan sulit untuk disembunyikan. Laser yang biasa digunakan untuk menghilangkan tato dapat menghilangkannya tanpa meninggalkan luka jika melakukan perawatan secara rutin.


“Kami sekarang memiliki pilihan pengobatan yang efektif dan aman untuk bekas jerawat pada semua jenis kulit. Pastinya, ada persiapan dan pengobatan lebih lanjut setelah melakukan perawatan dengan laser ini,” kata dokter kulit di Laser & Skin Surgery Center of New York, Dr. Jeremy Brauer.
Brauer menambahkan, dibandingkan perawatan lain, penggunaan laser ini menjadi pilihan yang paling aman dan nyaman karena hanya menimbulkan sedikit rasa sakit, kemerahan, bengkak dan waktu pemulihannya relatif lebih cepat. Dilaporkan Health, pasien akan dikenakan biaya sekitar $ 400 hingga $ 1.000 untuk perawatan ini. (Elfa)

contoh penerapan serat optik (fiber optik)

Apliksi Fiber Sebuah Fiber Optik line adalah media yang sangat atraktif untuk produksi video. Karena sangat ringan maka bisa menjadi aset yang berharga dalam pembuatan peralatannya. Kapasitasnya juga menjadi penarik perhatian dalam bidang TV digital. Selain untuk TV optik fiber juga mampu untuk mendukung kinerja LAN. Industri telepon dan kabel juga menaruh perhatian yang besar pada teknologi ini. Underwater LinesAT&T telah mengepalai suatu konsorsium untuk pengembangan jaringan fiber optik bawah laut, transatlantik, antara Amerika dan Eropa. Fiber-Optic Lines and Satellites Sekarang sebuah FO line telah memiliki kapasitas saluran yang besar dan tahan lama, dan akan sangat efektif untuk aplikasi jarak jauh. Sebuah transmisi satelit sangat terpengaruh oleh keadaan atmosfer dan traffic dari satelit itu sendiri, namun FO line tidak terpengaruh dua hal ini. Fiber juga mempunyai segi keamanan yang jauh lebih baik. Aplikasi Lainnya Dalam bidang kedokteran terdapat operasi tipe laser yang memanfaatkan teknologi ini. Para ilmuwan juga telah mengaplikasikan teknologi ini dalam beberapa material yang berguna unuk menciptakan sebuah pesawat terbang hingga sebuah space station. 

Aplikasi lain dari fiber optik adalah Sensor kimia serat optik (fiber optic chemical
Sensor Kimia Serat Optik sensors/FOCS), yang menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan
dengan jenis sensor lainnya. Diantaranya adalah ukurannya yang kecil dan ringan serta tahan terhadap gangguan elektromagnetik. Hal ini karena serat optik sensor dapat terbuat dari gelas sehingga kuat dan tahan terhadap temperatur p p tinggi, vibrasi, goncangan dan dapat digunakan pada lingkungan yang berbahaya sekalipun. Contohnya adalah sensor pH.
selain itu, fiber optik juga dapat digunakan dalam membuat benda-benda yang dapat mengasah kreatifitas kita seperti membuat rambut fiber optik,dan lain sebagainya .

Penemu Lampu LED Biru Raih Nobel Fisika

 
Profesor Akasaki, Amano, dan Nakamura. Peraih Nobel Fisika 2014 (sumber: Ist)
Buat nambah semangat kita ulik-ulik penerima hadiah nobel  terbaru 2014 dalam bidang Fisika, 
sebagai anak fisika kita bisa berbangga hati atas penemuan ini.
Penghargaan Nobel Fisika 2014 telah diberikan kepada Isamu Akasaki, Meijo University, Nagoya,
 Jepang, dan Nagoya University, Jepang, Hiroshi Amano, Nagoya University, Jepang, dan Shuji
Nakamura, University of California, Santa Barbara, CA, Amerika Serikat,
"Untuk penemuan   efisiensi dioda pemancar cahaya biru yang telah memungkinkan
kecerahan dan hemat energi dari sumber cahaya putih "
Isamu Akasaki, Hiroshi Amano, dan Shuji Nakamura telah berhasil di mana banyak orang lain telah  gagal. Mereka mengembangkan LED biru (light emitting diode) yang bersama- sama dengan merah dan hijau yang telah ada, memungkinkan penciptaan hemat energi dari cahaya putih, membunyikan lonceng kematian bagi lampu pijar dan berkontribusi
 untuk menyelamatkan sumber daya penting.
Penemu light emitting diodes biru atau yang dikenal LED mendapatkan penghargaan Nobel di bidang
Fisika. Mereka adalah tiga profesor berkebangsaan Jepang Isamu Akasaki, Hiroshi Amano,
dan Shuji Nakamura.Mereka yang pertama kali membuat LED pada awal tahun 1990-an.
Selanjutnya teknologi tersebut dikembangkan oleh ilmuwan Amerika Serikat.
Dengan mengkombinasikan sinar biru, merah, dan hijau, temuan ini menghasilkan generasi baru pencahayaan yang lebih hemat energi dibandingkan lampu berwarna putih. Pemenang akan mendapatkan hadiah uang sebesar 8 juta kronor atau sekitar Rp 13,5 miliar.
Pemenang nobel fisika 2014 ini diumumkan dalam suatu konferensi pers di Stockholm, Swedia. Selanjutnya mereka bergabung dengan 196 ilmuwan lainnya yang memenangkan nobel di bidang yang sama sejak 1901.

Prof Nakamura yang berada di Jepang menyatakan tidak percaya dengan anugerah nobel tersebut. Sementara Ketua komite juri Nobel Fisika, Prof Per Delsing dari Universitas Teknologi Chalmers di Gothenburg, menyatakan dedikasi ketiga profesor sangat luar biasa. "Apa yang menarik dari pemberian hadiah ini bahwa banyak perusahaan besar berusaha keras menciptakan LED dan mereka gagal. Namun ketiga orang tersebut terus mencoba dan mencoba lagi hingga akhirnya mereka sukses," katanya. Dalam kutipannya komite juri fisika menyatakan bohlam lampu menyinari abad 20, dan abad 21 akan diterangi oleh lampu LED.



Publikasi Isamu Akasaki 

  • Origin of defect-insensitive emission probability in In-containing (Al, In, Ga) N alloy semiconductors, Shigefusa F. Chichibu, Akira Uedono, Takeyoshi Onuma, Benjamin A. Haskell, Arpan Chakraborty, Takahiro Koyama, Paul T. Fini, Stacia Keller, Steven P. DenBaars, James S. Speck, Umesh K. Mishra, Shuji Nakamura, Shigeo Yamaguchi, Satoshi Kamiyama, Hiroshi Amano, Isamu Akasaki, Jung Han, Takayuki Sota, Nature Materials 2006, 5, 810-816. DOI: 10.1038 / nmat1726
  • Cyril Pernot, Myunghee Kim, Shinya Fukahori, Tetsuhiko Inazu, Takehiko Fujita, Yosuke Nagasawa, Akira Hirano, Masamichi Ippommatsu, Motoaki Iwaya, Satoshi Kamiyama, Isamu Akasaki Hiroshi Amano, Improved Efficiency of 255-280 nm AlGaN-Based Light-Emitting Diodes , Appl. Phys. Express 2010, 3, 061004. DOI: 10.1143 / APEX.3.061004 
  • Breakthroughs in Improving Crystal Quality of GaN and Invention of the p-n Junction Blue-Light-Emitting Diode, Isamu Akasaki Hiroshi Amano, Jpn. J. Appl. Phys. 2006, 45, 9001 DOI: 10.1143 / JJAP.45.9001 
  • GaInN-Based Solar Cells Using strained-layer GaInN / GaInN Superlattice Active Freestanding GaN Layer on a Substrate, Yousuke Kuwahara, Takahiro Fujii, Toru Sugiyama, Daisuke Iida, Yasuhiro Isobe, Yasuharu Fujiyama, Yoshiki Morita, Motoaki Iwaya, Tetsuya Takeuchi, Satoshi Kamiyama , Isamu Akasaki and Hiroshi Amano, Appl. Phys. Express 2011, 4, 021001. DOI: 10.1143 / APEX.4.021001 
  • Masataka Imura, Kiyotaka Nakano, Gou Narita, Naoki Fujimoto, Narihito Okada, Krishnan Balakrishnan, Motoaki Iwaya, Satoshi Kamiyama, Hiroshi Amano, Isamu Akasaki, Tadashi Noro, Takashi Takagi, Akira Bandoh, Epitaxial lateral overgrowth of AlN on trench-patterned AlN layers , J. Crystal Growth 2007, 298, 257-260. DOI: 10.1016 / j.jcrysgro.2006.10.043 

Publikasi Hiroshi Amano 

  • Guangxu Ju, Yoshihiro Kato, Yoshio Honda, Masao Tabuchi, Yoshikazu Takeda, Hiroshi Amano, X-ray investigations of single GaInN quantum wells grown by atomic layer epitaxy and metalorganic vapor phase epitaxy, Physica status solidi C 2014, 11 (3-4) , 393-396. DOI: 10.1002 / pssc.201300670 
  • Koji Okuno, Takahide Oshio, Naoki Shibata, Yoshio Honda, Masahito Yamaguchi, Hiroshi Amano, Enhancement of light output power of GaN-based on light emitting diodes using two direction stripe patterned sapphire substrates, Physica status solidi C 2014, 11, 722-725. DOI: 10.1002 / pssc.201300470 
  • Yi Lu, Hiroki Kondo, Kenji Ishikawa, Osamu Oda, KeigoTakeda, Makoto Sekine, Hiroshi Amano, Masaru Hori, Epitaxial growth of GaN by radical-enhanced metalorganic chemical vapor deposition (REMOCVD) in the downflow of a very high frequency (VHF) N2 / H2 plasma excited - effect of TMG flow rate and power VHF, J. Crystal Growth 2014, 391, 97-103. DOI: 10.1016 / j.jcrysgro.2014.01.014 
  • Cao Miao, Yoshio Honda, Masahito Yamaguchi and Hiroshi Amano, Growth of InGaN / GaN multiple quantum wells on size-controllable nanopyramid arrays, Jpn. J. Appl. Phys. 2014, 53, 0303060. DOI: 10.7567 / JJAP.53.030306 
  • Guangxu Ju, Yoshio Honda, Masao Tabuchi, Yoshikazu Takeda, and Hiroshi Amano, In situ X-ray investigation of changing growth Temperatures barrier on InGaN single quantum wells in metal-organic vapor phase epitaxy, J. Appl. Phys. 2014, 115, 094906. DOI: 10.1063 / 1.4867640 
  • H. Amano, T. Kawashima, D. Iida, M. Imura, M. Iwaya, S. Kamiyama, I. Akasaki, Isamu, in nitrides with nonpolar Surfaces (Ed. Tanya Paskova), Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim, Germany, 2008, ISBN: 978-3-527-40768-2 

Publikasi Shuji Nakamura 

  • Prospects for LED lighting, Siddha Pimputkar, James S. Speck, Steven P. DenBaars, Shuji Nakamura, Nature Photonics, 2009, 3, 180-182. DOI: 10.1038 / nphoton.2009.32 
  • Origin of defect-insensitive emission probability in In-containing (Al, In, Ga) N alloy semiconductors, Shigefusa F. Chichibu, Akira Uedono, Takeyoshi Onuma, Benjamin A. Haskell, Arpan Chakraborty, Takahiro Koyama, Paul T. Fini, Stacia Keller, Steven P. DenBaars, James S. Speck, Umesh K. Mishra, Shuji Nakamura, Shigeo Yamaguchi, Satoshi Kamiyama, Hiroshi Amano, Isamu Akasaki, Jung Han, Takayuki Sota, Nature Mat. 2006, 5, 810-816. DOI: 10.1038 / nmat1726 
  • High Power and High External Efficiency m-Plane InGaN Light Emitting Diodes Mathew C. Schmidt, Kwang-Choong Kim, Hitoshi Sato, Natalie Fellows, Hisashi Masui, Shuji Nakamura, Steven P. DenBaars and James S. Speck, Jpn. J. Appl. Phys. 2007, 46, L126. DOI: 10.1143 / JJAP.46.L126 
  • Demonstration of nonpolar m-Plane InGaN / GaN Laser Diodes Mathew C. Schmidt, Kwang-Choong Kim, Robert M. Farrell, Daniel F. Feezell, Daniel A. Cohen, Makoto Saito, Kenji Fujito1, James S. Speck, Steven P . DenBaars and Shuji Nakamura, Jpn. J. Appl. Phys. 2007, 46, L190. DOI: 10.1143 / JJAP.46.L190 
  • Improved electroluminescence on nonpolar m -plane InGaN / GaN quantum wells LEDs, Kwang-Choong Kim, Mathew C. Schmidt, Hitoshi Sato, Feng Wu, Natalie Fellows, Makoto Saito, Kenji Fujito, James S. Speck, Shuji Nakamura, Steven P. DenBaars, Physica status solidi (RRL) - Rapid Research Letters 2007, 1, 125-127. DOI: 10.1002 / pssr.200701061

Sumber :
http://guide-prof.blogspot.com/2014/10/penghargaan-nobel-fisika-2014.html

Teori Moda Terkopel Dalam System Pemandu Gelombang

Moda-moda gelombang tersebut dinamakan moda-moda normal, karena masing-masing pola medan listrik (untuk modus TE) dan pola medan magnet (untuk modus TM) disamping berada dalam keadaan ternormalisasi, hubungan antar moda yang satu dengan yang lain adalah saling orthogonal. Di dalam piranti optika terpadu, moda-moda normal umumnya merambat saling terkopel. Teori moda terkopel adalah perangkat yang handal dan lazim digunakan untuk menggambarkan watak keterkopelan (kopling) antar moda-moda normal  tersebut. Pada bab ini, konsep dasar dari teori moda terkopel akan dijelaskan untuk dua jenis kopling, yaitu kopling yang berlangsung searah (unidirectional) dan yang saling berlawanan arah (contra-directional). Dan pada bagian akhir akan dibahas salah satu penerapan teori moda terkopeluntuk perancangkan kisi (grating).
Persamaan moda terkopel
Karena antar moda – moda normal saling orthogonal, maka setiap moda gelombang merambat saling bebas tanpa kopling  dan  “mengangkut” daya cahaya dengan tidakdipengaruhi oleh perambatan moda gelombang yang lain. Di dalam pandu gelombang perturbed moda-moda normal unpertubed satu sama lain tidak lagi merambat saling bebas, melainkan saling terkopel bersama. Dua langkah utama yang lazim dilakukan dalam menganalisis perilaku perambatan gelombang optic di dalam system pandu gelombang perturbed, adalah :
1.    Menurunkan ekspresi moda-moda normal pandu gelombang unpertubed dari persamaan Maxwell,
2.    Menyatakan watak gelombang pertubed  melalui superposisi moda-moda normal pandu gelombang unpertubed.
Disamping penyelesaian pendekatannya yang lumayan akurat, kedua langkah tersebut memberikan pemahaman secara kualitatif akan beberapa fenomena penting. Dengan kedua langkah ini dapat dikatakan bahwa dalam menggambarkan watak kopling antar moda-moda gelombang perturbed, teori moda terkopel selalumemanfaatkan moda-moda normal pandu gelombangun pertubed. Penerapan teori moda terkopel ini sangat luas,disamping sebagai konsep pemahaman pemanduan gelombang yang sangat penting. Suatu contoh yang paling sederhana dan mendasar dari kopel antar moda normal di dalam directional – coupler yaitu piranti yang tersusun atas dua pandu gelombang. Manakala kedua pandu gelombang I dan II cukup jauh, moda normal ᵠa dan  ᵠb merambat saling bebas di dalam masing-masing pandu gelombang berturut-turut dengan tetapan perambatan ᵝa danᵝb katakanlah  ᵝa < ᵝb . sebaliknya, ketika kedua pandu gelombang  terkopel serbasama, maka dengan berkurangnya jarak pisahnya maka hal-hal berikut akan terjadi. Moda normal asal ᵠa dan ᵠo tidak muncul, namun demikian di dalam system pandu gelombang merambat dua moda normal baru yaitu ᵠe dan ᵠo. oleh karena memiliki nilai tetapan perambatan yang berbeda sedikit, maka kedua moda gelombang yang tereksitasi secara serentak ntersebut menghasilkan layangan (beat) perpindahan daya optic terjadi silih bergantidan berlangsung secara periodic dari pandu gelombang I dan II. Efek kopling tampak semakin kuat manakala kedua nilai ᵝe dan ᵝomendekati nilai yang sama.

Senjata Bio-elektromagnetik, Senjata Pamungkas Amerika

Sebuah sistem senjata yang beroperasi pada kecepatan cahaya, yang dapat membunuh, menyiksa, memperbudak, melacak orang yang melarikan diri, Harlan Girard

Senjata Pamungkas
Senjata elektromagnetik beroperasi pada kecepatan cahaya, mereka dapat membunuh, menyiksa dan memperbudak, tetapi sebagian besar masyarakat tidak menyadari bahwa senjata itu ada, karena senjata tersebut beroperasi secara sembunyi-sembunyi dan tidak meninggalkan bukti berupa jejak fisik. Senjata elektromagnetik ini telah diuji kepada manusia sejak tahun 1976. Dengan menyebarnya manusia di dunia yang merupakan subyek percobaan, namun di luar kesadarannya, senjata tersebut dengan antusias menyerang kredibilitasnya, keadaan ini telah memungkinkan bagi Amerika Serikat untuk terus melanjutkan percobaannya kepada manusia tanpa terhalang oleh diskusi atau kritik, apalagi oposisi.
Sistem senjata pamungkas saat ini sedang digunakan di Irak. Angkatan Udara Amerika Serikat dan Korps Marinir menyebutnya sebagai “active denial technology - teknologi penolakan aktif", seolah-olah senjata itu digunakan murni semata-mata untuk pertahanan, tetapi sebenarnya tidak.
Kebenaran mengenai “active denial technology - teknologi penolakan aktif ”
Hanya ada satu spektrum elektromagnetik. Senjata nuklir melepaskan banyak radiasi pengion (ionizing ) dalam rentang frekuensi tinggi di atas cahaya yang kelihatan, di mana energi radiasinya mampu memecah ikatan kimia. Radiasi pengion (ionizing ) umumnya diakui sebagai penyebab kanker.
Militer Amerika Serikat telah mempersenjatai dengan radiasi non-ionisasi di bawah kisaran yang terlihat dalam gelombang mikro dan gelombang radio yang digunakan di ponsel dan telekomunikasi. Pemerintah Amerika Serikat dengan keras telah membantah bahwa kemungkinan adanya bahaya terhadap kesehatan dari non-pengion radiasi elektromagnetik, baik dalam rangka mempertahankan penelitiannya terhadap manusia yang berada di luar kesadarannya yang sudah dilakukakannya selama bertahun-tahun tapi belum diakui, maupun dalam rangka mencegah negara-negara lain melakukan  pengembangan senjata sejenis .
Efek biologis satu-satunya dari radiasi non-pengion yang diakui pemerintah Amerika Serikat selama bertahun-tahun adalah pemanasan, dan dengan demikian hal tersebut mencirikan "Teknologi penolakan aktif - “active denial technology", sesuatu yang menghasilkan rasa sakit sebagai akibat terjadinya pemanasan pada kulit dengan mendadak, akan tetapi hal tersebut tidaklah menjelaskan bagaimana senjata itu benar-benar bekerja.
Membaca gelombang otak dan kendali pikiran
Pada tahun 1959, Saul B. Sells, seorang profesor psikologi sosial dari sebuah  universitas kecil di Amerika Serikat mengajukan proposal kepada Central Intelligence Agency (CIA) untuk membuatkan mereka mesin electroencephalography (EEG) yang paling canggih yang akan memiliki kapasitas komputasi integral untuk menganalisis dan positif memahami gelombang otak yang direkam. Dengan kata lain, sang profesor mengusulkan untuk membuat sebuah mesin yang bisa memberitahu CIA bagaimana seseorang berpikir, apakah orang ingin mengungkapkannya atau tidak informasi tersebut.
CIA menyetujui proyek ini pada tahun 1960, dengan menambahkan beberapa penelitian kepustakaan dengan lima tujuan. Kelima tujuan dari penelitian ini adalah untuk, "Teknik Dalam Mengaktifkan Organisme Manusia dengan Peralatan Elektronik Jarak Jauh ". Tugas keseluruhnya kemudian dikenal sebagai MKULTRA subproyek 119,  MKULTRA menjadi terkenal sebagai program pengendalian pikiran CIA. Hal ini didasarkan atas gagasan yang keliru bahwa Soviet telah memiliki sarana untuk mengontrol pikiran dan Amerika Serikat  harus mengejarnya secepat mungkin.
Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan MKULTRA subproyek 119  sekarang disimpan di Arsip Keamanan Nasional (sebuah organisasi non-pemerintah) di George Washington University, Washington, DC [1]. John Marks, penulis The Search for the Manchurian Candidate: The CIA and Mind Control,, (Times Books, New York, 1979) menyumbangkan dokumen MKULTRA, bukunya dicetak ulang oleh WW Norton & Company, Inc, New York, 1991 dan masih dicetak sampai sekarang.
Proyek Aneh ini diikuti MKULTRA subproyek 119 pada tahun 1965. Tujuan dari Proyek Aneh ini  adalah untuk merekam dan menganalisis sinyal rumit microwave yang waktu itu diduga menyoroti gedung Kedutaan Besar Amerika di Moskow yang  dilakukan oleh Soviet dari sebuah gedung di seberang jalan. Hal yang menarik tentang Proyek Bizarre adalah bahwa sementara Amerika Serikat menolak sampai hari ini bahwa ada efek terhadap kesehatan yang merugikan sebagai akibat radiasi gelombang mikro, tapi Amerika Serikat langsung mencurigai  bahwa "sinyal Moskow" memproduksi berbagai efek kesehatan terhadap staf  Kedutaan Besar Amerika, khususnya sewaktu pergantian Duta Besar yang baru dimana  kantor Kedutaan Besarnya diklaim sedang disrot sinyal. Pada saat yang sama Departemen Luar Negeri sedang menguji personil Kedutaan Besar dalam memecahkan DNA yang ditimbulkan oleh sinyal Moskow, namun akhirnya Amerika Serikat tidak jadi melakukan pengaduan kepada pemerintah Soviet karena kekuatan sinyalnya kecil sebagaimana dikatakan pemerintah Amerika Serikat bahwa sinyal tersebut masih dalam batas-batas aman untuk kadar manusia. Wartawan Barton Reppert telah menulis kisah yang paling otoritatif mengenai sinyal Moskow [2]. (Catatan Editor:. Pemecahan DNA dari pencahayaan kepada ponsel telah dikonfirmasi dalam penelitian laboratorium baru-baru ini [3, 4] (Science in Society 24))
Mengkonversi suara menjadi microwave
Pada tahun 1973, Joseph C. Sharp, seorang psikolog eksperimental di Walter Reed Army Institute of Research melakukan percobaan penting untuk pengembangan peralatan penyiksaan yang dikirim ke Irak hari ini. Dia bersama James Lin menyiapkan peralatan di laboratorium yang mengkonversi bentuk gelombang suara menjadi radiasi gelombang mikro yang memungkinkan dia untuk mendengar dirinya menyuarakan nama-nama angka dari satu sampai sepuluh di kepalanya, dengan melewatkan  mekanisme di telinganya sendiri. Percobaan ini tentu tidak pernah diterbitkan namun disebutkan dalam buku Lin, Microwave Auditory Effects and Applications, diterbitkan pada tahun 1978 [5].
Percobaan telah dikonfirmasi dengan US Patent 6 587 729, “Apparatus for Audibly Communicating Speech Using the Radio Frequency Hearing Effect”  [6]. Paten ini adalah untuk versi perbaikan dari peralatan yang digunakan dalam percobaan laboratorium tahun 1973 yang dikeluarkan pada tanggal 1 Juli 2003 yang ditugaskan kepada Secretary of the Air Force. Ini memberikan bukti ilmiah bahwa adalah mungkin untuk mendengar suara-suara ancaman di kepala seseorang tanpa menderita skizofrenia paranoid.
Mengapa paten ini dipublikasikan secara terbuka pada saat Pemerintah Amerika Serikat sedang melaksanakan program rahasia yang menyaingi Stalin Kremlin? Saya tidak memiliki jawaban yang memuaskan, kecuali mengatakan bahwa peralatan dalam paten telah digantikan dengan peralatan yang mencapai efek yang sama dengan sarana yang jauh lebih canggih. Ia  menghambat proses normal memori dan berpikir dengan cara elektronik dari jarak jauh, sementara pada saat yang sama memasok memori palsu, menyimpang dan / atau tidak menyenangkan serta saran melalui suatu proses yang disebut "telepati sintetik". Peralatan yang menghasilkan telepati sintetis ini kadang-kadang disebut juga sebagai "teknologi pengaruh - “influence technology”.".
Sementara suara dan visi, lamunan serta mimpi buruk adalah merupakan manifestasi paling menakjubkan dari sistem senjata ini, juga mampu melumpuhkan manusia dengan membatasi  jarak gerak normalnya (laki-laki dan perempuan) , menyebabkan nyeri akut yang setara dengan kegagalan organ penting dalam tubuh manusia atau bahkan kematian, dan mengganggu fungsi normal salah satu indera manusia. Dengan kata lain, beberapa penyiksaan telah menjadi identik dengan penyiksaan Teluk Guantanamo dapat dilaksanakan dari jarak jauh dengan sarana elektronik.
Instrumen penyiksaan
Teknologi untuk mempengaruhi ini juga mampu membujuk pelaku bahwa pikiran mereka sedang dibaca, bahwa kekayaan intelektual mereka sedang dijarah, dan bahkan dapat memotivasi untuk melakukan bunuh diri atau membunuh keluarga, teman, dan rekan kerja.  Selama tahun-tahun  apa yang disebut dengan "Perang terhadap Narkoba" (mendahului "Perang Melawan Terorisme"), karakter  subyek manusia yang berada di luar kesadarannya telah melapor atau siap menyambut secara teratur keluar dari sistem, seolah-olah pemerintah memiliki operasi rahasia besar melalui kantor pos di seluruh negeri. Ketika George Herbert Walker Bush menjadi presiden (tahun 1989), insiden pembunuhan terhadap rekan kerja di kantor pos semakin meningkat dan ungkapan “going postal” mulai menggantikan ungkapan yang umumnya  digunakan yaitu  “going crazy”. Pembunuhan rekan kerja di tempat kerja lainnya juga mulai menuntut perhatian yang lebih dari media  [7].
Saya memperkirakan bahwa biaya untuk memenjarakan manusia (laki-laki dan perempuan) dan melakukan penyiksaan yang tak berkesudahan adalah sebesar US $ 5,000.000 menjadi $ 10.000.000/ tahun (lihat di bawah).
Dengan "penyiksaan yang tak berkesudahan" Maksudku ya penyiksaaan itu. Karena tidak ada bukti nyata yang ditinggalkan oleh peralatan penyiksaan baru ini seperti kerusakan kulit, adalah mungkin untuk menyiksa subyek manusia diluar kesadarannya selama 24 jam sehari, dan 365 hari setahun. Hal ini dapat dilakukan dan sedang dilakukan bahkan pada Natal dan Paskah [8].
Saya sampai kepada perkiraan mengenai biaya pengujian / menggunakan senjata elektromagnetik yang subjeknya manusia dengan mengunjungi sebuah saluran TV kabel yang mengkhususkan diri dalam penjualan barang yang selama 24 jam mengudara. Saya mempertanyakan mengenai berapa jumlah staf teknis yang diperlukan, jam kerja dan skala gaji, juga jumlah back-up personil yang dibutuhkan untuk mempersiapkan program siaran. Saya tidak menanyakan tentang biaya elektronik dan jadwal dengan biaya yang disusutkan. Saya telah memperkirakan biaya penyusutan yang termasuk dalam perkiraan saya untuk biaya menyiksa seorang subjek manusia yang berada diluar kesadarannya selama satu tahun.
Penyiksaan adalah bisnis padat karya. Tujuan apa yang akan membenarkan investasi ini? Mungkinkah sesuatu yang gila untuk menguasai dunia dengan cara memperbudak pemerintahan demokratis dari negara-negara yang  padat jumlah penduduknya? Tujuan ini tentunya konsisten dengan Amerika Serikat yang beroposisi terhadap ide PBB, Konvensi Internasional dan Perjanjian-perjanjian Internasional serta Hukum Adat Internasional yang telah diratifikasi  [9].
Pada tanggal 1 Maret 2001, Korps Marinir mengumumkan senjata baru yang tidak mematikan - non-lethal weapon, “active denial technology- teknologi penolakan aktif". Senjata ini mengakibatkan rasa sakit yang amat sangat yang diduga keras dilakukan dengan mendidihkan molekul air dalam kulit manusia tanpa merusak kulit itu sendiri. Seperti dijelaskan dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam New Scientist, menggunakan radiasi elektromagnetik denyut pada frekuensi 95 GHz dengan jarak sekitar 600 meter [10]. Terdapat  laporan baru dalam beberapa majalah di tahun 2005, termasuk satu yang diterbitkan pada bulan Juli [11], menjelaskan bahwa relawan mengambil bagian dalam tes untuk menentukan seberapa aman Active Denial System (ADS) jika senjata digunakan dalam realitas kerumunan-manusia yang dikontrol.  Sinyal senjata ADS tersebut dilaporkan telah menyebabkan rasa sakit dalam waktu 2 sampai 3 detik, dan menjadi "tak tertahankan setelah kurang dari 5 detik".
Teknologi penolakan aktif - Active denial technology adalah dasar sistem yang digunakan untuk menyiksa 2 000 orang di dalam privasi rumah mereka sendiri, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di seluruh dunia, termasuk di negara yang telah menandatangani Status of Forces Agreements dengan Amerika Serikat [12]. Tuduhan penyiksaan pertama kali diterima dari negara-negara dimana Amerika Serikat memiliki hubungan khusus dalam berbagi intelijen dengan Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Kemudian laporan mulai berdatangan dari negara-negara yang ditundukkan dimana Amerika Serikat masih memiliki sejumlah besar pasukan yang ditempatkan, yaitu Jerman dan Jepang. Ketika Perancis bergabung kembali dengan kekuatan militer NATO di akhir 90-an, kami mulai menerima pernyataan penyiksaan di Perancis. Baru-baru ini kami telah mulai menerima tuduhan penyiksaan dari India, di mana perusahaan-perusahaan Amerika telah mulai outsourcing, tidak hanya membantu lintasan, tetapi juga pemrograman [13].
Dan kemudian ada kasus di Rusia, di mana korban yang diluar kesadarannya , subyek manusia yang dijadikan percobaan penyiksaan tampaknya banyak dan terorganisasi dengan baik. Saya telah diberitahu dari sumber yang dapat dipercaya bahwa setiap ilmuwan Rusia yang bisa berbahasa Inggris kini telah mendapatkan naungan di sebuah universitas Amerika atau laboratorium pemerintah. Ini masuk akal, mengingat kekhawatiran Amerika sering menyuarakan bahwa ahli dalam persenjataan nuklir dan senjata biologi era Soviet (sekarang Russia) mungkin menemukan pekerjaannya di Iran. Ini adalah fakta bahwa pada akhir Perang Dunia II Angkatan Darat Amerika Serikat  membersihkan Jerman dalam operasi yang disebut Proyek Paperclip, merekrut, khususnya, para ilmuwan roket Nazi dan ahli dalam kedokteran kedirgantaraan. Beberapa ilmuwan lain direkrut hanya untuk menghilangkan kesempatan Uni Soviet terhadap sumber daya ini. Jadi apa yang terjadi dengan para ilmuwan Soviet yang tidak berbahasa Inggris? Pada waktunya kita akan mengetahui dengan pasti, tapi untuk saat sekarang ini merupakan dugaan yang dapat dipercaya bahwa setidaknya beberapa dari mereka telah digunakan untuk mempelajari sistem nilai dan proses pengambilan keputusan Rusia dengan menyiksa orang-orang Rusia lainnya dengan menggunakan "teknologi pengaruh - influence technology”  Amerika [14].
Dua artikel menarik dan penting mengenai senjata bio-electromagnetik baru-baru ini muncul dalam New Scientist: “Maximum pain is aim of new U.S. weapon” dan  “Police toy with ‘less lethal’ weapons”,  - keduanya ditulis oleh David Hambling [15]. Lihat juga US. Patent 6 536 440 25 Maret 2003 [16].
Sejak menyelesaikan artikel ini pada pertengahan Juni 2005, telah menjadi perhatian saya bahwa Israel telah menyebarkan sebuah alat yang disebut "The Scream", yang mengirim semburan yang dapat didengar, tapi suaranya tidak keras dan berlangsung pada interval sekitar 10 detik. Seorang fotografer di tempat demonstrasi mengatakan bahwa ia terus mendengar dering suara di kepalanya bahkan setelah ia menutupi telinganya. Hal ini menunjukkan kepada saya bahwa agen aktif adalah elektromagnetik ketimbang akustik. Dengan kata lain, orang-orang Israel telah muncul dengan perangkat yang jauh lebih pintar daripada "Teknologi penolakan aktif - active denial technology " 
Amerika Serikat. Ini tidak hanya berfungsi untuk menghalangi para perusuh, tetapi juga mengeluarkan peringatan suara yang telah diaktifkan, perangkat yang dimiliki Amerika Serikat tidak memilikinya, mempercayakan sepenuhnya kepada tamtama yang mengoperasikan alat  itu untuk menentukan seberapa jauh rasa sakit yang membakar musuh yang diterima. Margin kesalahan untuk perangkat Amerika Serikat  adalah tidak bermoral. Senja ini juga disebut senjata yang mematikan karena dalam prakteknya sangat sering mematikan

APA SIH LED ITU ???





Lampu LED atau kepanjangannya Light Emitting Diode adalah suatu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika tersebut.

Misalnya pada sebuah komputer, terdapat lampu LED power dan LED indikator untuk processor, atau dalam monitor terdapat juga lampu LED power dan power saving.


Lampu LED terbuat dari plastik dan dioda semikonduktor yang dapat menyala apabila dialiri tegangan listrik rendah (sekitar 1.5 volt DC). Bermacam-macam warna dan bentuk dari lampu LED, disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya.

Fungsi Lampu LED 
LED (Light Emitting Diode) merupakan sejenis lampu yang akhir-akhir ini muncul dalam kehidupan kita. LED dulu umumnya digunakan pada gadget seperti ponsel atau PDA serta komputer. Sebagai pesaing lampu bohlam dan neon, saat ini aplikasinya mulai meluas dan bahkan bisa kita temukan pada korek api yang kita gunakan, lampu emergency dan sebagainya. Led sebagai model lampu masa depan dianggap dapat menekan pemanasan global karena efisiensinya.

Lampu LED sekarang sudah digunakan untuk:
-          penerangan untuk rumah
-          penerangan untuk jalan
-          lalu lintas
-          advertising
-          interior/eksterior gedung
Cahaya Led
Kualitas cahayanya memang berbeda dibandingkan dengan lampu TL atau lampu lainnya. Tingkat pencahayaan LED dalam ruangan memang tak lebih terang dibandingkan lampu neon, inilah mengapa LED dianggap belum layak dipakai secara luas. Untungnya para ilmuwan di University of Glasgow menemukan cara untuk membuat LED bersinar lebih terang. Solusinya adalah dengan membuat lubang mikroskopis pada permukaan LED sehingga lampu bisa menyala lebih terang tanpa menggunakan tambahan energi apapun. Pelubangan tersebut menerapkan sistem nano-imprint litography yang sampai saat ini proyeknya masih dikembangkan bersama-sama dengan Institute of Photonics.
Sementara ini beberapa jenis lampu LED sudah dipasarkan oleh Philips. Anda bisa menemui beberapa model lampu LED bergaya bohlam yang hadir dalam warna putih susu dan juga warna-warni. Daya yang diperlukan lampu jenis ini hanya sekitar 4-10 watt saja dibandingkan lampu neon sejenis yang mencapai 12-20 watt. Jika dihitung secara seksama memang bisa diakui bahwa lampu LED menggunakan daya yang lebih hemat daripada lampu TL.
LED sebagai Sumber Cahaya Masa Depan
Sumber cahaya dari waktu ke waktu semakin berkembang, mulai dari penemuan lampu pijar oleh Edison dan dalam waktu yang hampir bersamaan ditemukan juga lampu fluorescence (TL) dan merkuri. Saat ini ada beberapa jenis lampu yang digunakan manusia untuk berbagai keperluan, yaitu lampu pijar, TL, LED, Merkuri, Halogen, Sodium dan sebagainya. Namun masih ada kekurangan pada lampu generasi pertama sehingga lampu terus dikembangkan agar bisa menghasilkan cahaya yang terang, memberikan warna yang bagus, hemat energi, portable (mudah dibawa) dan lain sebagainya. Yang paling menarik dari beberapa jenis lampu adalah LED.

LED Sebagai Dioda Semikonduktor
Light Emitting Diode (LED) merupakan jenis dioda semikonduktor yang dapat mengeluarkan energi cahaya ketika diberikan tegangan.

Struktur Dasar LED (diambil dari marktechopto.com)
Semikonduktor merupakan material yang dapat menghantarkan arus listrik, meskipun tidak sebaik konduktor listrik. Semikonduktor umumnya dibuat dari konduktor lemah yang diberi ‘pengotor’ berupa material lain. Dalam LED digunakan konduktor dengan gabungan unsur logam aluminium-gallium-arsenit (AlGaAs). Konduktor AlGaAs murni tidak memiliki pasangan elektron bebas sehingga tidak dapat mengalirkan arus listrik. Oleh karena itu dilakukan proses doping dengan menambahkan elektron bebas untuk mengganggu keseimbangan konduktor tersebut, sehingga material yang ada menjadi semakin konduktif.
Proses Pembangkitan Cahaya pada LEDCahaya pada dasarnya terbentuk dari paket-paket partikel yang memiliki energi dan momentum, tetapi tidak memiliki massa. Partikel ini disebut foton. Foton dilepaskan sebagai hasil pergerakan elektron. Pada sebuah atom, elektron bergerak pada suatu orbit yang mengelilingi sebuah inti atom. Elektron pada orbital yang berbeda memiliki jumlah energi yang berbeda. Elektron yang berpindah dari orbital dengan tingkat energi lebih tinggi ke orbital dengan tingkat energi lebih rendah perlu melepas energi yang dimilikinya. Energi yang dilepaskan ini merupakan bentuk dari foton. Semakin besar energi yang dilepaskan, semakin besar energi yang terkandung dalam foton.
Pembangkitan cahaya pada lampu pijar adalah dengan mengalirkan arus pada filamen (kawat) yang letaknya ada ditengah-tengah bola lampu dan menyebabkan filamen tersebut panas, setelah panas pada suhu tertentu (tergantung pada jenis bahan filamen), filamen tersebut akan memancarkan cahaya. Namun karena pada lampu pijar yang memancarkan cahaya adalah filamen yang terbakar, tapi jika suhu pada filamen melewati batas kemampuan filamen untuk menahan panas, akan mengakibatkan filamen lampu pijar sedikit demi sedikit meleleh dan selanjutnya putus sehingga lampu pijar tidak akan bisa memancarkan cahaya lagi. Umur dari lampu pijar kurang lebih sekitar 2000 jam. Sedangkan pada lampu flurescence atau lampu TL, proses pembangkitan cahaya hanya memanfaatkan ionisasi gas dalam tabung lampu lalu diberikan beda potensial diantara kedua ujung tabung lampu TL sehingga mengakibatkan loncatan-loncatan elektron dari ujung yang satu ke ujung yang lain dan saat terjadi loncatan elektron bersamaan dengan dipancarkannya cahaya dari loncatan tersebut. Kekurangan dari lampu TL adalah jika gas yang ada dalam tabung habis, maka cahayanya tidak bisa dipancarkan lagi. Umur dari lampu TL relatif lebih lama daripada lampu pijar.
Ketika sebuah dioda sedang mengalirkan elektron, terjadi pelepasan energi yang umumnya berbentuk emisi panas dan cahaya. Material semikonduktor pada dioda sendiri menyerap cukup banyak energi cahaya, sehingga tidak seluruhnya dilepaskan. LED merupakan dioda yang dirancang untuk melepaskan sejumlah banyak foton, sehingga dapat mengeluarkan cahaya yang tampak oleh mata. Umumnya LED dibungkus oleh bohlam plastik yang dirancang sedemikian sehingga cahaya yang dikeluarkan terfokus pada suatu arah tertentu.
Setiap material hanya dapat mengemisikan foton dalam rentang frekuensi sangat sempit. LED yang menghasilkan warna berbeda terbuat dari material semikonduktor yang berbeda pula, serta membutuhkan tingkat energi berbeda untuk menghasilkan cahaya. Misalnya AlGaAs - merah dan inframerah, AlGaP – hijau, GaP - merah, kuning dan hijau.
LED sebagai sumber cahaya
Lampu pijar lebih murah tapi juga kurang efisien dibanding LED. Lampu TL lebih efisien daripada lampu pijar, tapi butuh tempat besar, mudah pecah dan membutuhkan starter atau rangkaian ballast yang terkadang terdengar suara dengungnya.
LED mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan lampu pijar konvensional. LED tidak memiliki filamen yang terbakar, sehingga usia pakai LED jauh lebih panjang daripada lampu pijar, LED tidak memerlukan gas untuk menghasilkan cahaya. Selain itu bentuk dari LED yang sederhana, kecil dan kompak memudahkan penempatannya. Dalam hal efisiensi, LED juga memiliki keunggulan. Pada lampu pijar konvensional, proses produksi cahaya menghasilkan panas yang tinggi karena filamen lampu harus dipanaskan. LED hanya sedikit menghasilkan panas, sehingga porsi terbesar dari energi listrik yang ada digunakan untuk menghasilkan cahaya dan membuatnya jauh lebih efisien.
RGB (Red Green Blue) LED atau LED yang bisa mengeluarkan warna yang dipancarkan lebih dari satu warna sehingga memungkinkan aplikasi LED yang semakin luas, khususnya menambah keindahan dalam dunia desain interior dan eksterior.
Dalam terminologi teknik pencahayaan, LED dapat dikatakan memiliki tingkat efisiensi luminus (cahaya) atau efikasi yang tinggi, karena perbandingan banyaknya energi cahaya yang dikeluarkan LED dengan besarnya daya listrik yang dikonsumsinya cukup tinggi jika dibandingkan dengan lampu pijar konvensional.
Salah satu contoh produk dari LED adalah LedVision yang dikeluarkan oleh Philips sebagai traffic light (lampu lalu lintas) yang tersusun dari ribuan LED yang dipasangkan pada lampu lalu lintas dengan umur (life time) mencapai 100.000 jam atau sekitar 10 tahun lebih sehingga efektif dalam mengurangi biaya perawatan.LedVision beroperasi pada tegangan rendah dan arus yang lebih kecil sehingga bisa menghemat sampai 90% energi listrik yang dikonsumsi oleh lampu pijar (yang sekarang banyak digunakan) dan umurnya 10 kali lebih panjang.
LED dengan cahaya monokromatiknya memiliki keunggulan kekuatan yang besar lebih dari cahaya putih ketika warna yang spesifik diperlukan. tidak seperti cahaya putih tradisional, LED tidak membutuhkan lapisan atau diffuser yang banyak mengabsorpsi cahaya yang dikeluarkan. cahaya LED mempunyai sifat warna tertentu, dan tersedia pada range warna yang lebar. salah satunya yang baru-baru ini warnanya diperkenalkan adalah emerald green (bluish green, panjang gelombangnya kira-kira 500nm) yang cocok dengan persyaratan sebagai sinyal lalu lintas dan cahaya navigasi. Cahaya LED kuning adalah pilihan bagus karena mata manusia sensitif pada cahaya kuning (kira-kira yang dipancarkan 500lm/watt).

Kelebihan LED dari lampu yang ada sekarang (lampu pijar, TL,dll) yaitu dalam hal efisiensi energi dan umur yang panjang menjadikan LED sangat berpotensi untuk dijadikan sumber pencahayaan pengganti lampu di masa depan. Kemajuan teknologi mungkin akan mengurangi biaya sehingga LED bisa menjadi idola sebagai lampu dimasa depan.